Mengasah Kemampuan Mengenal Diri Sendiri Dan Memaafkan

Terkadang kita sebagai manusia merasakan, atau berada di titik, bingung. Bingung harus melakukan sesuai kata hati. Atau menyenangkan hati orang lain. Dimana jika kalian mengikuti kata hati, itu bisa membuat anda happy, tapi bisa membuat hati orang lain sakit. Dan ini pada akhirnya akan membuat anda merasa sedih dan menyesal, rasa bersalah, karena rasanya diri anda egois. Tapi di sisi lain, jika anda memilih untuk menyenangkan hati orang lain, hati anda sakit, tapi ada rasa happy walaupun tidak maksimal. Rasa happy karena melihat orang itu bahagia. Kira-kira kalian akan memilih yang mana?

Mengenal Diri Sendiri

Mungkin bila dibilang mengenal diri sendiri, ini adalah hal yang mudah. Tapi saat praktek ternyata tidak semudah itu. Tidak semudah saat kita memikirkannya atau mengucapkannya. Karena saat anda mencoba mengenal diri anda, anda harus siap menerima segala kurangmu dengan kata tapi. Belajar mengakui kesalahan, belajar mengakui atas perasaanmu, Dan ini bukanlah hal mudah. Butuh kedewasaan di dalam situ. Tapi saat anda sudah bisa melakukannya, anda berhasil mengenal diri anda, seperti apa diri anda, apa kurang lebih anda. Akan ada rasa lega dan puas di dalamnya. Tapi itu anda harus bisa menikmati prosesnya dulu.

Belajar Mengakui Dan Mengampuni

Saat anda belajar mengenal diri anda, anda juga harus belajar mengakui dan mengampuni. Apapun hal itu. Entah kesalahan mu, atau kesalahannya. Belajar memaafkan dan menerima, dan anda akan merasa damai yang luar biasa di dalam hati. Saya pun sendiri pernah merasa jatuh dan berada di titik terendah. Dan saat saya mencoba mengakui, menerima dan memaafkan, meskipun itu harus memakan waktu yang sangat lama, sampai bertahun-tahun. Tapi saya akhirnya bisa melakukannya.

Dan itu rasanya lega sekali, ada rasa damai yang tidak bisa saya jelaskan dengan kata-kata. Dan itu nyaman sekali. Dan memang tidak mudah sampai ke step itu. Butuh keberanian yang besar. Tapi akhirnya saya bisa. Walaupun waktu tidak berhenti. Tetap berjalan, dan harus memasuki di masa-masa terpuruk lagi. Saya tahu apa yang harus saya lakukan, karena pernah melalui hal yang seperti ini, tapi tetap, tidak pernah bisa instan. Butuh proses, dan proses ini lah yang membuat saya gila. Tapi harus bisa. Dan anda juga harus bisa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *