Tipe Teman Yang Meminta Saran Tapi Setelah Diberikan Tidak Ada Satupun Dilakukan

Tipe Teman Yang Meminta Saran Tapi Setelah Diberikan Tidak Ada Satupun Dilakukan

Jika anda memiliki teman dimana yang rasanya sulit sekali diberitahu. Sulit sekali di berikan arahan dan pengertian. Dimana setiap kali diberitahu. Mungkin di depan iya-iya aja. Memnunjukkan dia mengerti dan memahami. Tapi pada kenyataannya tidak. Hanya sekedar mendengar tapi tidak memahami. Ataupun memahami tapi dia lebih memilih untuk tidak melakukannya. Hal seperti ini ada banyak sekali. Dan sering sekali terjadi. Seperti ada temen datang, curhat, cerita semua keluhannya mengenai pasangan, kerjaan dan lainnya. Dan meminta saran dari kita. Giliran diberikan saran. Malah tidak di dengarkan, dan malah tetap melakukan hal yang sama terus.

Banyak Tipe Teman Yang Meminta Saran Tapi Setelah Diberikan Malah Tidak Ada Satupun Yang Dilakukan

Kadang memang suka sebel sekali memiliki teman seperti itu. Seperti, kita sudah meluangkan waktu kita untuk mendengarkan segala keluh kesahnya. Mendengar semua dukanya, dan saat dia meminta saran, kita pun ikut berpikir keras. Berusaha menempatkan diri kita di posisinya. Dan berusaha memberikan saran dan nasihat terbaik. Memberikan penyelesaian terbaik yang bisa kita pikirkan. Sehingga kita pun dengan semangat terus menyemangati mereka dan bahkan tidak sedikit dari kita malah ikut turun tangan untuk membantunya.
Tapi pada akhirnya tidak ada satupun kata yang kita ucapkan, dilakukan oleh nya. Padahal di saat kita menasehatinya, dia iya-iya saja. Dia mengerti, mengangguk-anggukan kepalanya. Memberikan kesan dia mengerti, dan dia harus berubah. Dia akan mengikuti saran kita. Sehingga kita pun juga turut semangat dan senang. Tapi setelah beberapa hari, dia datang kembali dengan keluhan yang sama, dengan maasalah yang sama dan kegalauan yang sama. Setelah ditanya apakah sudah melakukan seperti yang kita katakan.
Malah dia bilang belum sama sekali. Karena serta dia pikir-pikir, dia tidak mampu, dia tidak bisa. Dia tidak tega. Dan lainnya, Ya pasti lah kita pun lama kelamaan akan menjadi muak dan malas mendengarkan keluh kesahnya. Apalagi turut memberikan saran dan nasehat. Rasanya tidak lagi. Karena percuma juga. Jadi kalian yang memiliki sifat seperti ini. Tolong sekali, jika kalian keras kepala, jangan merepotkan teman dan orang sekitarmu untuk ikut berpikir, tapi ujung-ujungnya sia-sia juga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *