Usia Anak Remaja Rawan Akan Mengalami Mental Illness

Berbicara soal mental pada anak muda. Apalagi pada anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan. Saat anak remaja yang masih mencari jati diri. Biasa dalam umur 14-21 tahun adalah proses anak remaja mulai mencari jati diri. Dan di umur ini sangat rentan terjadinya mental illnes, dan awal mula terjadi mental illness. Karena di umur ini, pikiran, mental anak masih sangat rentan, dan masih manipulatif. 

Usia Rawan Anak Depresi

Anak remaja kalo di Indonesia mungkin anak umur-umur SMP – Kuliahan adalah saat anak-anak masih mencari jati diri. Masih memilah-milah mana yang baik dan jahat. Mungkin jika dibilang ya hal baik dan buruk kan mudah saja dibedakan. Bahkan pada anak kecil sekalipun sudah bisa membedakan mana yang baik dan tidak. Ya memang benar. Tapi semakin besar anak tumbuh, mereka akan semakin sering bertemu dengan hal-hal yang baru, hal yang semakin kompleks, sehingga untuk mengukur atau menilai hal tersebut adalah baik atau jahat cukup rumit. Apalagi jika kejahatan di balut dengan kebaikan. Banyak yang mengatakan white lies. Orang berbohong demi kebaikan. Apakah ini bisa dibilang jahat? Atau digolongkan baik? Karena ada toleransi di dalamnya. Ini lah yang kami maksudkan kenapa semakin besar, semakin sulit untuk membedakan mana yang baik dan tidak. 

Pikiran Yang Masih Manipulatif

Seperti tergantung dari rasa toleransi. Sebesar apa toleransi yang bisa ditaruh atau digunakan di hal-hal tertentu. Ini tentu saja bukan hal yang mudah. Apalagi di usia yang mudah, pikiran lebih mudah dibentuk. Dalam artian, jika kalian mengkonsumsi berita atau informasi A. Maka cara pikir dan pandang kalian akan terbentuk seperti A. Dan saat berpindah ke lingkungan B, dan diberikan atau disodorkan informasi atau berita soal B, maka pemikiran dan pandangan akan berubah B. Jadi masih plin plan. Sehingga belum ada pendirian. Dan ini lah yang menjadi pintu masuk dari depresi, trauma, stres, dsb. 

SEMAKIN SENSITIF AKAN KEADAAN

Sebenarnya seperti apa sih kondisi mental dan pikiran anak-anak di usia tersebut? Sehingga bisa dikatakan rawan. Rawan dalam artian ini adalah proses mereka membentuk karakter dan pandangan mereka. Di umur ini, mereka cenderung susah mengontrol emosi. Bisa gampang marah, gampang sedih, baper, mudah bahagia. Tingkat sensitivitas mereka lebih tajam di fase ini. Dan saat mereka merasa sedih bisa yang sedih sekali, bahagia yang bahagia sekali. Jadi semua dilakukan secara all out. Sehingga di umur ini sebenarnya penting untuk orang tua makin mendekatkan dirinya dengan anak. Bukan semakin mengontrol, tapi dekat sebagai teman sehingga ia merasa aman tapi tidak terkekang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *